Senin, 04 April 2011

METODE ANALISIS (SWOT)

PENDAHULUAN
Yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah suatu cara menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan usaha yang lebih menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) sebuah organisasi. Dengan begitu akan dapat ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi yang dapat dijalankan (Freddy Rangkuti, 2005:19).
Dalam Pengelolaan dan pengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu perencanaan strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang saling mendukung dan melengkapi menuju ke arah tujuan yang menyeluruh. Sebagai persiapan perencanaan, agar dapat memilih dan menetapkan strategi dan sasaran sehingga tersusun program-program dan proyek-proyek yang efektif dan efisien maka diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pegiat organisasi. Salah satu analisis yang cukup populer di kalangan pelaku organisasi adalah Analisis SWOT.

TANAMAN JAGUNG


SEJARAH SINGKAT
Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. 
JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L. Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.

HAMA PENYERANG TANAMAN DAN PENGENDALIANYA


PENDAHULUAN
Walang sangit (Leptocorisa oratorius) atau yang sejenisnya  merupakan salah satu hama serangga penting yang menyerang padi, pada lahan rawa lebak. Hama ini bukan saja dapat menurunkan hasil tetapi juga menurunkan kualitas gabah seperti bintik-bintik coklat pada gabah akibat isapan cairan dari hama tersebut pada saat padi matang susu. Dari hasil observasi, diketahui ada beberapa cara pengendali hama walang sangit yang telah lama dilaksanakan oleh petani. Cara-cara tersebut berpotensi untuk dikembangkan seperti penggunaan keong yang dibusukkan sebagai perangkap, pengasapan dari bahan batu bara, tumbuhan mercon, kapur barus, penggunaan tumbuhan ribu-ribu dan cambai. Walang sangit lebih tertarik untuk datang pada keong-keong yang telah dibusukkan sehingga pengendalian mudah dilaksanakan karena terkonsentrasi pada areal yang sempit. Selain itu pengasapan dengan menggunakan daun tumbuhan mercon ataupun batubara ternyata dapat mengurangi populasi walang sangit. Sedangkan kapur barus, tumbuhan ribu-ribu dan cambai dapat menolak kedatangan walang sangit karena bau yang dipancarkan oleh bahan tersebut sehingga kerusakan padi yang disebabkan walang sangit dapat dihindari.
Cara-cara pengendalian tersebut dapat mengurangi kerusakan gabah padi yang disebabkan walang sangit berkisar15- 20%. Lahan rawa lebak merupakan lahan yang berpotensi untuk dikembangkan karena luasnya yang cukup besar di Inonesia sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatan produksi. Luas lahan rawa lebak ditaksir sekitar 13,27 jua ha  atau 40% dari luas keseluruhan rawa yang luasnya sekitar 33,43 juta ha Jawa (Anwarhan, 1989).


PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)

Kata pengantar
Salah satu tantangan yang dihadapi umat manusia dewasa ini adalah (sustainability) “keberlanjutan”, yaitu keinginan untuk menggunakan sumber daya alami tanpa menghabiskannya atau merusak lingkungannya. Tantangan ini menjadi besar karena dengan kekuatan bahan kimia dan tenaga mesin adalah mudah bagi manusia untuk merusak lingkungan dan menghabiskan sumber daya alam.

ANALISIS TEMBAKAU MADURA DENGAN ADANYA JEMBATAN SURAMADU


PENDAHULUAN
SEJARAH TEMBAKAU MADURA
Ketika istilah tembakau disebut, nama Madura tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Seakan nama tembakau telah menyatu dan mem batu dalam kehidupan Madura. Artinya, menyebut tembakau secara otomatis juga menyebut Madura, sehingga muncul istilah Tembakau Madura atau Madura sebagai basis daun tembakau yang selalu menjadi harapan orang-orang Madura.







PENGANTAR KLIMATOLOGI

PENDAHULUAN
Cuaca dan iklim sama-sama mengacu pada keadaan atmosfer pada suatu tempat dan waktu tertentu. Cuaca dan iklim berbeda dalam rentang waktu dan luas tempat. Cuaca didefinisikan sebagai keadaan atmosfer pada daerah dan waktu tertentu. Iklim adalah keadaan atmosfer pada daerah yang lebih luas dalam kurun waktu yang panjang. Dengan kata lain iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode waktu yang panjang dan daerah yang lebih luas.
Kita dapat mengetahui cuaca di suatu tempat dengan mengukur langsung keadaan cuaca di tempat tersebut. Namun, untuk mengetahui iklimnya kita memerlukan rekaman data keadaan atmosfer di tempat tersebut puluhan tahun yang lalu. Jika kita mengukur suhu atmosfer, tekanan udara, atau curah hujan pada jam 5 sore di halaman rumah, maka yang kita lakukan adalah untuk mengetahui cuaca di halaman rumah pada jam tersebut. Sedangkan untuk mengetahui iklim di halaman rumah kita tersebut dilakukan dengan cara merata-ratakan data suhu, tekanan, atau curah hujan yang telah kita kumpulkan dalam waktu puluhan tahun. Oleh karena itu, dapatlah dipahami, informasi yang diberitakan oleh media televisi maupun surat kabar setiap hari adalah prakiraan cuaca bukan prakiraan iklim.

TANAMAN BAYAM


SEJARAH SINGKAT
Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp. Kata “maranth” dalam bahasa Yunani berarti “everlasting” (abadi). Tanaman bayam berasal dari derah Amerika tropik. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam prkembangan selanjutnya. Tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber potein, terutama untuk negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Idonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Idonesia.


Tags

Blog Archive