Senin, 04 April 2011

METODE ANALISIS (SWOT)

PENDAHULUAN
Yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah suatu cara menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam pengoptimalan usaha yang lebih menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Treathment) sebuah organisasi. Dengan begitu akan dapat ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi yang dapat dijalankan (Freddy Rangkuti, 2005:19).
Dalam Pengelolaan dan pengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu perencanaan strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang saling mendukung dan melengkapi menuju ke arah tujuan yang menyeluruh. Sebagai persiapan perencanaan, agar dapat memilih dan menetapkan strategi dan sasaran sehingga tersusun program-program dan proyek-proyek yang efektif dan efisien maka diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pegiat organisasi. Salah satu analisis yang cukup populer di kalangan pelaku organisasi adalah Analisis SWOT.


Istilah SWOT dari perkataan :
  • Strength (kekuatan)
  • Weakness (kelemahan)
  • Opportunities (kesempatan)
  • Threats (Ancaman)
Maksud dari analisis SWOT ini ialah untuk meneliti dan menentukan dalam hal manakah “lembaga:
  1. Kuat (sehingga dapat dioptimalkan )
  2. Lemah(sehingga dapat segera dibenahi)
  3. Kesempatan-kesempatan di luar (untuk dimanfaatkan)
  4. Ancaman-ancaman dari luar (untuk diantisipasi)
Langkah – Langkah Analisis Data dalam analisis SWOT
Langkah penelitian ini akan menerangkan bagaimana analisis dilakukan, mulai dari data mentah yang ada sampai pada hasil penelitian yang dicapai. Dalam penelitian ini, langkah-langkah analisis data dilakuka sebagai berikut:
  1. Melakukan pengklasifikasian data, faktor apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan sebagai faktor internal organisasi, peluang dan ancaman sebagai faktor eksternal organisasi. Pengklasifikasian ini akan menghasilkan tabel informasi SWOT.
  2. Melakukan analisis SWOT yaitu membandingkan antara faktor eksternal Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) dengan faktor internal organisasi Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weakness).
  3. Dari hasil analisis kemudian diinterpretasikan dan dikembangkan menjadi keputusan pemilihan strategi yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih biasanya hasil  yang paling memungkinkan (paling positif) dengan resiko dan ancaman yang paling kecil.
Analisis SWOT terdiri dari empat langkah, yaitu:
  1. Memilih bidang usaha
Pada saat pendirian perusahaan, bidang usaha harus dipilih berdasarkan keahlian terbaik pendiri perusahaan. Analisis SWOT tidak dilakukan sekali dalam hidup perusahaan, maka menjadi beralasan untuk memilih bidang usaha sebagai langkah pertama dalam melakukan analisis SWOT.
  1. Analisis Kesempatan dan ancaman
Analisis kesempatan dan ancaman dilakukan dengan mempelajari lingkungan perusahaan berada yang mencakup unsur-unsur berikut:

ü      Politik
Hal hal yang harus diperhatikan antara lain: ideologi negara, stabilitas pemerintahan, perundangan, desentralisasi yang berkaaitan dengan perizinan usaha, sikap pemerintah terhadap industri, deregulasi ekonomi dan sebagainya.

ü      Sosial dan Budaya
Hal ini menyangkut nilai dan sikap yang dianut masyarakat, karakteristik demografi penduduk, agama, sikap masyarakat terhadap industri, dan sebagainya.

ü      Ekonomi
Yaitu fasilitas memperoleh dana, tingkat upah, pendapatan, persentse pengeluaran atas pendapatan, tingkat bunga, perpajakan, kurs mata uang, kebijakan valas, dan sebagainya.

ü      Teknologi
Tingkat teknologi mempengaruhi cara berproduksi. Tingkat teknologi tidak hanya mempengaruhi penggunaan jumlah tenaga kerja, tetapi juga memberi kesempatan pada pengusaha asing untuk mengenalkan teknologinya.
  1. Menentukan Faktor Penentu Sukses
Faktor penentu sukses ditetapkan dengan jalan mempelajari persaingan dalam industri. Tingkat persaingan menjadi tinggi kalau:
  • Di dalam industri terdapat perusahaan yang besarnya hampir sama. Kalau sebuah perusahaan menaikkan penjualan, maka perusahaan lain akan segera merasakannya. Jumlah perusahaan dalam industri ditentukan oleh tingkat kesukaran untuk masuk dalam industri.
  • Pertumbuhan industri melamban. Perusahaan dapat menikmati pertumbuhannya tanpa merebut pasar industri lain jika pertumbuhan permintaan dalam sebuah industri pesat.
  • Perusahaan harus bekerja dengan kapasitas penuh agar tetap dapat hidup. Hal ini mengakibatkan perusahaan cenderung untuk merebut pasar perusahaan lain.
  • Hasil produksi perusahaan tidak berbeda. Seragamnya produk di pasaran akan meningkatkan persaingan.
  • Globalisasi. Efek dari globalisasi adalah perusahaan dapat melakukan subsidi silang, hal ini mengakibatkan persaingan menjadi tajam.
  • Barang substitusi. Adanya barang pengganti akan meningkatkan persaingan.
  • Monopsoni. Beragamnya penjul dengan pembeli yang hanya beberapa atau bahkan hanya satu mengakibatkan persaingn semakin tajam.
  1. Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan
Kekuatan dan kelemahan perusahaan ditentukan dengan membandingkan antara kesempatan dan ancaman disatu pihak dengan faktor penentu sukses di pihak lain.
Langkah langkah yang diperlukan adalah:
  • Mengidentifikasi faktor penentu sukses
  • Membuat profil sumber daya perusahaan
  • Membandingkan profil sumber daya perusahaan dengan faktor penentu sukses
  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan
  • Membandingkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan perusahaan lain
  • Memusatkan perhatian pada sumber daya perusahaan yang lebih kuat maupun lebih lemah dari perusahaan lain.
Misi
Misi adalah bidang atau kegiatan terbaik yang mampu dilakukan perusahaan. Hal ini berfungsi untuk pedoman bagi perusahaan khususnya manajemen untuk memusatkn kegiatannya. Jika misi terlalu luas, maka tidak dapat dijadikan sebagai pedoman sedangkan jika terlalu sempit, perusahaan tidak dapat memanfaatkaan peluang yang timbul. Cara yang tepat dalam merumuskan misi adalah dengan memperhatikan produk/ jasa yang diperlukan konsumen, kelompok konsumen yang memerlukan produk/ jasa serta tekhnologi untuk memenuhi keperluan konsumen.

Falsafah
Falsafah perusahaan adalah nilai, kepercayaan dan prasetia perusahaan. Falsafah perusahaan berfungsi sebagai :
  1. Rambu-rambu bagi perilaku, baik bagi pegawai maupun perusahaan.
  2. Landasan bagi budaya peusahaan.
  3. Falsafah perusahaan merupakan salah satu komponen budaya perusahaan, terkadang diringkas pada sebuah slogan.
Kebijakan
Kebijakan adalah ketentuan ketentuan yang dirumuskan dari falsafah perusahaan dan berfungsi sebagai pedoman untuk melaksanakan falsafah tersebut.

Tujuan
Tujuan adalah pernyataan secara umum tentang apa yang ingin dicapai perusahaan. Secara umum bermakna apa yang ingin dicapai tersebut belum dirumuskan secara eksplisit, begitu juga pada saat pencapaiannya.

Sasaran
Sasaran adalah tujuan yang dinyatakan secara eksplisit. Untuk memudahkan pengukuran tingkat pencapaian sasaran, maka pada saat menentukan sasaran harus ditentukan cara mengukur tujuan. Tanpa penentuan cara mengukur kinerja, dapat terjadi silang pendapat dikemudian hari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Tags

Blog Archive