Senin, 04 April 2011

STRATEGI PENGEMBANGAN AGROBISNIS BAKPAO TELO DI PURWODADI


Kata Pengantar
Sesuai dengan namanya Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) merupakan puncak aktivitas bisnis pertanian, media untuk memposisikan para petani dan kelompok uasaha kecil untuk langsung bereinteraksi pasar. Pengembangan agrobisnis terpadu (SPAT) tidak lepas dari adanya surat keputusan Departemen Pertanian No. K/LP.610/V/2001 tentang pengakuan SPAT sebagai salah satu P4S (pusat pelatian pelatihan dan perdesaan swadaya). SPAT ditunjuk sebagai salah satu lembaga pelatihan pertanian dan perdesaan dangan konsep keterpanduan mulai dari hulu hingga hilir.


Pada tahun 1996, unggul abinowo ditunjuk sebagai salah satu pemuda pelopor tingkat nasianal. Kenudian tahun 2004, SPAT mendapatkan sertifikat mutu yakni HSCCP (hazard analysis and critical control point) dari PT Mutu Agung Lestari dan setifikat halal dari MUI. pada tahun 2006 SPAT juga mendapatkan penghargaan sebagai pelaku usaha (UKM) yang menerapkan sistam jaminan mutu dari mentri pertanian. Untuk produk, salah satu produk olahan dari ubi jalar (bakpao telo) mendapatkan penghargaan sebagai produk inovasi makanan terbaik dalam pemeran SMEsCO tahun 2006.
Di mata petani metode pendidikan ataupun pelatihan yang diberikan oleh unggul adalah sosok petani modern, kaya, dan dermawan. Ia juga terjun ke lapangan memberikan contoh. “Ia tak segan-segan menunjukkan cara memupuk yang benar,” ujar Suwari, salah seorang petani binaan SPAT. Suwari mengaku banyak mencatat kemajuan setelah mengikuti saran Unggul untuk menanam ubi. Selain mendapat bantuan berupa bibit dan pupuk, saat panen ia tak perlu susah payah mencari pembeli. “Saya langsung setor ke Pak Unggul,” ujarnya. Yang lebih penting, unggul adalah orang yang bisa dipercaya. “Saya tak pernah dibohongi, terutama soal harga jual,” kata ayah empat anak ini.

BAB.I
Pedahuluan
Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, otonomi daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintah daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan persaingan global, dengan memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada daerah disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan system penyelenggaraan pemerintah. Di mana pemerintah menurut asas otonomi khusus diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan ekonomi nasional yang bertumpu pada upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan dan makmur seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu pembangunan pertanian sebagaimana pembangunan perekonomian nasional harus dilakukan dengan memberdayakan potensi sumberdaya ekonomi dalam negeri yang dimiliki, serta memperhatikan perkembangan ekonomi dunia yang terus berkembang secara dinamis.
Basis kekuatan ekonomi nasional berada dipedesaan. kekayaan agraris di Indonesia berupa pertanian harus tetap dijaga. Sesuai dengan namanya Sentra Pengembangan Agrobisnis Terpadu (SPAT) merupakan puncak aktivitas bisnis pertanian, media untuk memposisikan para petani dan kelompok uasaha kecil untuk langsung bereinteraksi pasar.
Dispat ini menyajikan Bakpao Telo sebagai produk unggulan untuk menarik minat beli konsumen. Bakpao Telo adalah bakpao yang berbahan dasar ubi jalar yang kemudian dihancurkan menjadi tepung ubi jalar. Untuk tetap mempertahankan minat beli terhadap Bakpao Telo, manajemen harus mengantisipasi strategi pemasaran dengan mempertahankan kepuasan konsumen. Kunci utama untuk memenangkan persaingan adalah memberi nilai dan kepuasan kepada konsumen melalui penyampaian produk dan jasa yang berkualitas dengan harga bersaing. Atribut Bakpao Telo adalah unsur-unsur Bakpao Telo yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengembangan keputusan pembelian.

Sejarah Berdirianya Perusahan
Bakpao telo
Berbicara tentang nasib petani Indonesia sama artinya dengan membicarakan penderitaan yang tidak berujung pangkal dan tidak pernah berakhir. Tidak heran kegelisahan serta keprihatinan itu terus-menerus terekspresikan dalam nada bicara Ir Unggul Abinowo alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang tahun 1984 yang sekaligus perintis penerapan sistem terminal agrobisnis di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur (Jatim). Ayah berputra dua ini mengaku telanjur mencintai dan mendedikasikan dirinya pada dunia pertanian serta kehidupan petani. Bahkan sejak kelas dua sekolah menengah atas Unggul sudah mencoba terjun menjadi petani yang sebenarnya. Ia menyewa sebidang lahan yang ia tanami beberapa jenis tanaman pangan dan perkebunan, modalnya hanya uang saku serta sedikit dana pinjaman.  Usahanya bertani terus berkembang hingga saat ia kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. “Waktu di tingkat dua saya malah sudah punya kendaraan dan sopir sendiri. Saat itu saya sudah mengelola sekitar 22 hektar lahan yang masih saya sewa” jelas Unggul bangga. Terlahir sebagai putra keempat dari pasangan Prof Dr Ir Moeljadi Banoewidjojo dan Hajjah Soemarni Kartamihardja pada 6 Mei 1960, Unggul sejak kecil dekat dengan dunia pertanian. Hal ini lantaran almarhum ayahnya juga Professor di bidang pertanian.
Tahun 1984, mantan Sekjen Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) Nasional tahun 2000 ini mendirikan Sentra Pengembangan Agrobisnis Terpadu (SPAT). Sentra ini rutin melakukan enam kegiatan, mulai dari pusat pendidikan dan pelatihan terpadu, pusat data dan informasi, pusat kajian dan strategi gerakan pembangunan desa, pusat pengembangan teknologi tepat guna, pusat kajian investasi dan pembiayaan, hingga terminal agrobisnis.  Kemudian di atas lahan seluas 8.000 meter persegi di perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Malang itu dia bangun terminal agrobisnis yang terdiri atas Kantor Sekretariat SPAT, ruang pamer produk tanaman hias, hidroponik, dan pupuk. Sementara bangunan terakhir yang menjadi inti terminal agrobisnis adalah ruang pamer produk agro hasil olahan dan hasil kerajinan dari Kabupaten Pasuruan dan beberapa daerah lain.  Terminal agrobisnis ini juga memiliki fungsi untuk media berpromosi, pusat data, sekaligus tempat pengolahan produk pertanian untuk mendapatkan nilai tambah yang tinggi. Kegagalan produksi masih bisa disiasati, namun kegagalan dalam pemasaran membuat kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Dengan mengolah, mengemas, serta memasarkan produk pertanian sedemikian rupa hingga meningkatkan nilai jual, kegagalan produksi bisa dikompensasi,” ujarnya.
Sampai kini ada sekitar 350 petani dari berbagai daerah yang memasarkan produk mentah sampai olahan di terminal agrobisnis ini. Mereka tidak hanya berasal dari Jatim bahkan juga dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sedikitnya ada 300 jenis produk dijual di lokasi ini. Sementara, menurut Unggul, omzet rata-rata setiap bulan terminal agrobisnis ini mencapai Rp 300 juta-Rp 400 juta.  Di terminal ini, petani menetapkan harga jual produknya, kemudian produk itu dicobajualkan yang sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Namun sebelumnya, harga terlebih dulu dinaikkan 20 persen. Sepuluh persen untuk pajak dan sisanya untuk SPAT. Setelah tiga bulan produk itu akan dievaluasi kelebihan serta kekurangannya. Jika terbukti laris dan si petani berniat mengembangkannya, namun terbentur modal, SPAT melalui divisi investasi dan pembiayaan akan memberi pinjaman dengan pengembalian diambil langsung dari hasil penjualan nanti. Namun, jika hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat kekurangan, SPAT akan memberikan masukan untuk upaya perbaikan serta kemungkinan pengembangannya lebih lanjut. “Selama ini memang ada yang salah dengan kebijakan kita di bidang pertanian. Dari dulu sampai sekarang petani cuma dijadikan alat untuk melegalkan kepentingan di luar mereka. Sejak masa pemerintahan yang lalu dan berlanjut sampai sekarang. Tidak satu pun kebijakan yang dihasilkan mampu menyentuh apa yang dibutuhkan petani. Bahkan, partai-partai politik sekalipun memanfaatkan petani untuk keuntungan sendiri,” ujar pria yang pernah memperoleh penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 1996 ini.  Kalaupun ada yang berubah menurut Unggul, itu pun baru sebatas terjadi pada pelaku pemerintahan. Tetapi, hal itu tidak berpengaruh sedikit pun pada peningkatan harkat dan martabat petani.  “Selama ini petani cuma disuruh memenuhi target produksi seperti, misalnya, program swasembada beras. Bibit serta jenis varietas yang harus ditanam pun sudah ditentukan. Setelah target terpenuhi, tak satu pun penentu kebijakan bertanggung jawab ketika harga jual kemudian jatuh. Jika terus begini keadaannya, petani kita benar-benar tidak punya harapan lagi,” tambah laki-laki yang oleh pemerintah diberi kesempatan mewakili petani Jatim berkunjung ke beberapa negara ASEAN dan Australia pada tahun 1991.
Sebelum menerapkan sistem perdagangan di terminal agrobisnisnya, Unggul mempraktikkan sistem pengolahan dan pemasaran yang sama pada produknya sendiri. Unggul, misalnya, mengolah ubi jalar produksinya menjadi bakpau yang dinamai bakpao telo.  Awalnya saya mencoba membangun brand image lewat produksi bakpao telo. Saya coba buktikan bahwa dari ketela yang harga jualnya sekitar Rp 200 per kg, bisa ditingkatkan menjadi Rp 750 hingga Rp 1.000 per kg, bahkan lebih dari Rp 2.000 setelah dijadikan bakpao telo,” ujarnya.  Dari empat hektar lahan tanaman ubi yang hasilnya diolah menjadi bakpao, saat ini berkembang menjadi 23 hektar dengan 12 petani plasma. Kebutuhan ubi yang dipakai untuk membuat bakpao saat ini saja mencapai tiga sampai empat ton setiap minggu untuk memproduksi 2.000-7.000 bakpao setiap minggunya.  “Jadi saya berharap, dengan melihat contoh bakpao saja orang lain juga mau mencari potensi produk pertanian mereka. Terminal agrobisnis ini bertujuan menampung semua produk pertanian yang kemudian diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan nilai jual serta nilai tambah produk itu,” ujarnya.  Semua kegiatan SPAT semuanya bermuara pada pembentukan pasar. Setelah mengetahui apa yang diinginkan konsumen barulah para petani mulai berproduksi dengan berpegang pada informasi pasar. Unggul menuntut, kondisi yang berlaku selama ini sudah harus diperbaiki mulai sekarang. “Pemerintahlah yang harusnya menyediakan informasi pasar itu. Selama ini, mereka hanya menghasilkan konsep ataupun teori berdasarkan penelitian para ahli yang seharusnya terlebih dulu mendapat masukan dari para pelaku lapangan,” tambah Unggul.
Unggul mempertanyakan bagaimana mungkin para petani bisa mengangkat harkat dan martabat mereka sendiri jika kebijakan yang berlaku tidak pernah benar-benar berpihak pada petani. “Padahal, kita negara agraris, 70 persen masyarakat Indonesia petani. Kok, sampai sekarang kondisi mereka masih begini terus,” ujarnya.
Struktur Organisasi Dan Manajemen
Struktur orgabisasi secara formal ditepatkan berdasarkan kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh kegiatan bisnis inti kususnya di aspek budidaya, pengolahan dan pemasaran. Keberadaan devisi-devisi yang ada diibternalperusahaan secara tidak langsung tercakup seutuhnya dalam struktur organisasi inti. Dalam struktur organisasi, tiap personil yang menduduki jabatan structural diikuti dengan adanya tugas dan tanggung jawab masing-masing telah ditetapkan dengan jelas dan tegas sehingga dapat didapatkab system manajemen dan pelimpahan tugas dan wewenang yang baik, efektif dan efisiean.
Dalam penyusunan struktur orgabisasi diatur pula jenis kegiatan bisnis inti dan pedukung, kualifikasi jabatan, kerjasama team work dan struktur yang efisien serta efektif.

Struktur organisasi SPAT


Direktur









General manager







General affair
Finance & acc
Marketing
Produksi
Qc





Diklat
Personali

Foo &beverages
Saprodi

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
JOB DESKRIPSI DEPARTEMEN MAKETING
Tugas dan tanggung jawab
  1. merancang strategi pemasaran untuk mencapai tujuan/target perusahan sekarang dan akan dating dengan memperhatikan pengembangan marketing &customer serta teknologi.
  2. memaksimalkan selling out produk sesuwai target.
  3. menghitung harga pokok untuk penjualan produk, baik ekspor maupun local berdasarkan fluktuasi harga raw material dan biaya lain-lain.
  4. mengawasi dan mengontrol pembelian raw material sesuai order dan kebutuan untuk safety stock terutama yang berkaitan dengan harga dan kuantitas.
  5. mengawasi dan mengontrol penagihan.
  6. mencari, menyaring customer baru/lama dan melakukan kunjungan secara berkala.
  7. memeriksa dan menandatangani surat yang berkaitan dengan marketing.
  8. sebagai perantara sebagai pihak interm (produksi, QCdan distribusi)dan ekstrem.
  9. membuat laporan rutin (mingguan, bulanan dan tahunan)kepada atasan.
Wewenag
  1. melakukan negosiasi dengan customer & menentukan harga penjualan sampai batas tertentu.
  2. menentukan customer baik/tidak untuk bisa dilakukan pengiriman/tidak memutuskan dan menentukan harga jual dan harga pembelian raw material.
  3. menandatangani comersial invoice, packing list dan dokumen lain untuk pembayaran ekspor dan penjualan local.
  4. menandatangani surat jalan dan nota pembelian.
  5. merencanakan perecanaan dan pembelian raw material.
  6. memberikan usulan kepada departemen general affair untuk memberikan sangsi atau penghargaan atas pelanggaran atau prestasi bawahan langsung.
  7. meminta segala fasilitas yang bias mendukung tercapainya tugas-tugas.
JOB DEKRIPSI DEPARTEMEN FINANCE & ACCOUTING
Tugas dan tanggung jawab
  1. membuat laporan cosh flow bulanan, laporan dan analisa keuangan (pengelolahan dana).
  2. memonitor sirkulasi hutang dan piutang.
  3. melakukan control/ cek jurnal-jurnal yang telah diimput di computer, nota-nota penjualan dan tagihan hutang dari supplir.
  4. mengeloleh kinerja bawahan, melakukan evaluasi dan memeriksa ualang hasil kerjanya.
  5. bertanggung jawab keluar masuknya dana perusahaan.
  6. bertanggung jawab terhadap kalengkapan dan kebenaran berkas-berkas yang ditandatangani.
  7. bertanggung jawap terhadap pengarsipan berkas-berkas.
  8. memotivasi, meningkatkan sekil dan disiplin bawahan scara oktimal.
  9. mengendalikan pemakaian bahan/biaya yang dikeluarkan dalam setiap tugasnya.
Wewenag
  1. meminta kepada marketing untuk menagguhkan pengiriman barang ke customer jika ternyata penagihan peutangnya sulit.
  2. menclaim customir dalam hal penagihan piutang yang berlarut-larut.
  3. meminta segala falsilitas yang diperlukan guna menunjang kelancara proses pekerjaan.
  4. melkukan upaya yang mendukung tarcapainya sasaran jabatan dengan koodinasi atasan.
  5. membuat laporan cash flow bulanan, laporan dan analisa keuangan (pengolahan dana).
  6. memonitor sirkulasi hutang dan piutang.
  7. melakukan control/cek jurnal-jurnal yang telah diimput di computer, nota-nota penjualan dan tagihan hutang dari supplier.
  8. mengolah kinerja bawahan, melakukan evaluasi dan memeriksa ualang hasil kerjanya.
JOB DEKRIPSI DEPARTEMEN PRODUKSI
Tugas dan tanggung jawab
  1. mengatur dan melaksanakan system kerja dibagianya mulai dari penaganan raw material proses produksi, packing, penyimpanan dan barang keluar dari gudang yang berkaitan dengan proses produksi makanan dan menuman.
  2. bertanggung jawab terhadap kelancaran produksi yang meliputi keryawan, peralatan, dan operasional mesin.
  3. betanggung jawap terhadap hasil produksi dan segala hal yang berubungan dengan hasil produksi misalnya kualitas produk dan kemungkinan klaim dari konsumen.
  4. melaksanakan pengaturan jumlah bahan baku yang disesuwaikan dengan kapasitas dan kondisi saat produksi.
  5. membuat rencana kerja yang disesuwaikan dengan target dan sasaran produksi.
  6. menjamian kesediaan produksi sesui dengan order.
  7. meminimalisasi pemakaian bahan/biaya yang dikeluarkan dalam pelakdanaan tugasnya.
  8. meningkatkan sumberdaya manusia serta oktimalisasi kerja bawahan.
  9. membuat laporan rutin (mingguan dan bulanan) kepada atasan.
Wewenang
  1. mengatur dan menepatkan peralatan atau kariawan proses demi kelancaran proses produksi.
  2. menolak bahan baku bila tidak sesuai dengan setandat dan jumlahnya melebihi kapasitas.
  3. meminta dan menggunakan saran pendukung yang dimiliki olah perusahaan guna kelancaran produksi.
  4. meminta kepada bagian terkait (personalia) untuk memberi sasansi kepada bawahan dalam hal kesalahan ataupu pelanggaran yang dilakukan bawahan yang dapat mengganguh kelancaran produksi.
  5. memberikan penilaian prestasi kerja karyawan.
JOP DESKRIPSI DEPARTEMEN GENERAL AFFAIR
Tugas dan tanggung jawab
  1. mengelolah dan bertanggung jawab terhadap perijinan SPAT, termasuk surat-surat kendaraan.
  2. membuat rencana kerja bawahan berserta target dan evaluasi aplikasinya.
  3. betanggung jawab mengolah secara keseluruhan hal-hal yang berkaitan dengan masalah kepersonaliaan, umum dan kerumahtanggaan, satpam, termasuk oprasional kendaraan.
  4. mengalolah sumberdaya manusia dan merencanakan pengembanganya.
  5. menjali hubungan baik dengan perusahaan lain dan instansi pemerintah secara professional dan menguntungkan.
  6. bertanggung jawab terhadap keseimbangan hak dan kewajiban karyawan dengan SPAT.
  7. melakukan evaluasi dan perancanaan training karyawan.
  8. bertanggung jawab terhadap pengelolaan seluruh fasilitas umum di SPAT.
  9. bertanggung jawab terhadap pembaharuan perijinan SPAT.
  10. melakukan rekrutmen karyawan atas permintaan dari departemen atas persetujuan derektur dan general manager.
  11. melakukan filling data karyawan perusahaan.
  12. melakukan penilain prestasi kerja karyawan di bawahnya, serta mengarsip penilaian prestasi kerja dari departemen lain.
  13. menjaga penggunaan kendaraan perusahaan agar digunakan dengan baik dan tepat waktu.
  14. pembuatan kontrak kerja dengan karyawan baru maupun perjanjian kerja dengan instalasi lain.
  15. mengalolah dan bertanggung jawab terhadap informasi dan pembayaran telepon, listrik, asuransi.
  16. membuat serat peringatan bagi karyawan yang melanggar peraturan SPAT.
  17. betanggung jawab dalam pembuatan kartu absensi karyawan.
Wewenang
  1. menkonfirmasi kartu apsensi karyawan yang berkaitan dengan izin, cuti, sakit dan alfa.
  2. membuat surat peringatan dan menyerahkan kepada direksi.
  3. memberi penilaian kepada bawahanya secara langsung.
  4. melakukan upaya yang mendukung tercapainya sasaran jabatan dengan koordinasi atasan.
JOP DEKRISI DEPARTEMEN QUALITY CONTROL
Tugas dan tanggung jawap
  1. melaksanakan tugas-tugas sesuai instruksi atasan dalam lingkup kerja kualiti control.
  2. menyusun rencana kerja dan membuat laporan mingguan, bulan dan tahun QC.
  3. mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas bawahan dan memberi seran guna pengembangan serta paningkatan produktifitas kerja.
  4. memotivasi, meningkatkan sekill dan disiplin bawahan secara optimal.
  5. bertanggung jawap terhadap kualitas secara keseluruhan mulai dari bahan baku, bahan pembantu, bahan packing, proses produksi sampai produksi jadi.
  6. melakukan koordinasi dengan seluruh bagian dalam hal konsistensi kualitas produk.
  7. melakukan pengurusan perijinan yang berkaitan dengan control kualitas.
  8. bertanggung jawap terhadap hasil analisa dan ibspensi kualitas produk.
  9. melakukan control plain dari pihak luar dan melakukan tindakan kerektif.
  10. mengikuti pengembangan teknologi dan pasar menyusun pengembangan produk baru dan peningkatan kualitas produk yang suda ada (survey pasar).
Wewenag
  1. menentukan penolakan bahan yang tidak sesuai dengan speksifikasi.
  2. mendistribusikan informasi kualitas produk kebagian lain yang membutuhkan.
  3. memberi jawaban pada batas penyedian data atas klaim dari luar.
  4. membuat standart atau peramenter proses produksi produk baru.
  5. menentukan speksifiksi produk, bahan baku, bahan pembantu dan barang packing untuk produk baru.
BAB. II
Tinjauan Pustaka
Bagaimanapun juga basis kekuatan ekonomi nasional berada di pedesaan. Kekayaan agraris di Indonesia berupa pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan harus tetap dijaga kesinambungannya. Dalam masa jangka panjang ke depan (2000-2025) sektor pertanian masih merupakan sektor utama terpenting dalam perekonomian Indonesia baik sebagai penghasil barang (PDB), penghasil devisa dan pemberi kerja (employment). Dalam pengertian konsep agribisnis, pertanian mencakup sub sistem agroindustri hulu (agroinput), agroindustri hilir (pengolah hasil-hasil pertanian), kegiatan pemasaran (termasuk angkutan dan pergudangan), dan kegiatan-kegiatan penunjang (keuangan/perbankan, penelitian. pendidikan/penyuluhan, dan lain-lain). Agribisnis Indonesia diperkirakan akan memberikan kontribusi yang cukup besar pada PBD nasional. Berkembangnya sektor agribisnis ini akan membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan yang handal dibidang agribisnis.
Direktur Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu – SPAT (Ir. Unggul Abinowo, MS) menyatakan bahwa SPAT merupakan kegiatan pengembangan agribisnis yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal untuk peningkatan pendapatan. Visi SPAT ialah mewujudkan model pertanian terpadu yang efisien, tangguh, modern berkelanjutan dan berdimensi kerakyatan. Komoditas utama yang dikembangkan SPAT adalah ubi jalar, selain itu juga dikembangkan komoditas lainnya, dengan sistem pengembangan diversifikasi produk olahan.
Pengembangan kerja sama dengan kelompok tani perlu dilaksanakan agar petani mampu memproduksi ubi jalar sesuai dengan permintaan pasar. Bentuk kerja sama dengan petani plasma penghasil ubi jalar adalah dalam bentuk membeli ubi jalar (produk) yang diusahakan petani dengan harga yang layak (adanya jaminan pasar) dan sarana yang diberikan ke petani di antaranya adalah kemudahan dalam meningkatkan permodalan (jaminan dalam meminjam uang ke bank).

Terbentuknya sentral pembangunan agrobisnis terpadu (SPAT)
Terbentuknya sentral pembangunan agrobisnis terpadu (SPAT) sebagai perwujutan amplikasi konsep pertanian terpadu (intergral farming) melalui proses perkumpulan yang cukup panjang dalam dunia pertanian. Berangkat dari keprihatinan yang dirasakan seorang unggul abinowa, sarjana lulusan unibra 1985 yang telah mengeluti aktivitas bercocok tanam sejak semasa kuliah dan mengamati ketidakadilan yang di terima para petani. Sehingga mengantarkan tekatnya menerapkan konsep pertanian di desa parelegi, kecamatan purwodadi, kabupaten pasuruan.
Kebun terpadu yang telah dikembangkan oleh pak. Unggul Abinowo sejak 17 tahu lebih dinyatakan tempat pertama sebagai sentra pengembangan agrobisnis terpadu (SPAT-Purwodadi). Ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menpora Agung Laksono pada prasasti batu onyx pada tanggal 16 april 1999.
Dalam kiprah awalnya (SPAT-Purwodadi) mengadakan kegiatan bersama dengan beberapa lembaga mengadakan seminar nasional agrobisnia, dilasanakan pada tanggal 27 aktomber 1997 di Pondok Pesantren Ab-Nur Bululawang Malang. Acara ini  di buka mempora Hayono Ismam. Dilanjutkan dengan sarasehan pemuda pelopor tingkat nasional dilaksanakan pada tanggal 29 oktomber 1997 dengan hasil terbentunya satuan pelaksana tugas pusat (BP3D)/Brigade Pemuda Pelopor Pembangunan Desa. (SPAT-Purwodadi) mencoba untuk memfasilitasi kegiatan kepemudaan pada tanggal 16 april 1998 dalam acara temu wicara pondok pesantren sejawa timur. Hasilnyapun cukup menggembirakan, di antaranyan diterapkan beberapa teknologi tepat guna karya nyata pemuda pelopor.
Diluar aktivitas formal tersebut (SPAT- Purwodadi) kerap mejadi tempat kegiatan yang besifat masal. Banyak lembaga social atau lembaga profesi seperti aspeni-flora, penyuluan terhadap para petani sejawa timur atau ibu-ibu yang dipandu oleh Ibu Pangdam V Brawijaya, mengadakan pertemuan di (SPAT-Purwodadi).juga kunjungan mahasiswa dari bebagai peguruan tinggi. Sedangkan kunjungan yang sangat berarti bagi (SPAT-Puwodadi) yaitu pada tanggal 4 juni 1998. dimana mentri pertanian ketika mengadakan kunjungan diknas ke malang iapun menyempatkan diri berkunjung ke   SPAT. Setelah kunjungan, SPAT mendapatkan SK sebagai pusat pelatihan pertanian dan swadaya perdesaan (P4S) dari Badan Diklat Pertanian.
Pemuda pelopor tingkat nasional tahun 1996 ini banyak mengetahui ketidak adilan yang diterima masyarakat kususnya kalangan petani. Pola-pola sentralisasi produk pertanian tertentu, akibat kebijakan pemerintah yang menyababkan produk-produk hasil pertanian yang lainya tidak berkembang dengan oktimal seperti program perberasan yang ahirnya memicu kerawanan pangan pada saat harga pupuk melambung sementara harga jual tidak sepadan dengan hasil yang diharapkan. Padahal potensi tanaman pangan selain beras di Indonesia sangatlah beragam, namun akibat kebijakan tersebut potensi-potensi yang ada di wilayah atau daerah menjadi terabaikan. Pak unggul abinowo yang juga seorang petani merasakan betul saat itu susahnya menjadi petani di tengah-tangah keterpaksaan menanam komoditi tertentu yang tidak didukung aspek penanganan paska panan serta pemanaran yang memadai.
Setra adalah sebagai pusat pemanduan potensi, aksi dan gerakan pemberdayaan masyarakat. SPAT menjadi mediator masiarakat dengan menyediakan berbagai macam program. Program ini merupakan komitmen dan didasarkan pada visi parapemuda pelopor tingkat nasianal. Dalam visi tersebut disepakati bahwah kegiatan yang dilaksanakan akan senantiasa mengapdikan diri dengan cara begerak di perdesaan dan bewawasan agrobisnis.
SPAT berdiri dengan mengembangkan usaha yang begerak dari hulu hingga hilir, dengan mengambil produk tanaman ubi jalar/bakpao telo sebagai bahan baku utama. Pak unggul abinowo mengangap ubi jalar adalah tanaman propektif karena telah banyak di kembangkan dan digunakan sebagai produk olahan di Negara-negara maju. Disamping itu ubi jalar memiliki keunggulan nutrisi yang tidak kalah dngan produk-produk pertanian lainyan. Pada saat itu ubi jalar sebagai komoditi yang terpinggirkan juga memiliki nilai ekonomis yang rendah serta harga yang murah.
Pengembangan Produk, kariawan dan harga bakpao telo
Berbekal kemampuan menyerap potensi bahan baku dan kemampuan melihat pasar, produk yang petama diluncurkan adalah pakpao telo. Dengan intensitas dan kemampuan aksepbilitas teknologi, produk-produk ubi jalar berkembang hingga tahun 2008 menjadi sekitar 40 item produk. Diantara produk tersebut adalah mie telo, French fries telo, kue-kue telo, es krim telo, tepung telo dan sebagainya.
Bakpao telo merupakan hasil eksperimen Unggul yang pertama. Ia kemudian memasarkan sendiri bakpaonya. Sejak awal, tanda-tanda sukses sudah tampak. Hasil panen empat hektare tanaman telo yang diolah menjadi bakpao ludes hanya dalam seminggu. Di tangan Unggul, gengsi telo segera melesat. Makanan yang dianggap tak bergizi ini naik pangkat menjadi primadona. Saya berhasil membuktikan, ubi jalar yang biasanya hanya dijual dengan harga sekitar Rp 400 per kilogram bisa ditingkatkan menjadi Rp 1.000-Rp 1.500 per kilogram, bahkan bisa lebih dari Rp 4.000 sekilo setelah dijadikan bakpao telo,” kata Unggul dengan bangga. Sampai sekarang, ia telah mengembangkan 20 jenis kue yang terbuat dari telo.
Harga kue-kue telo itu bervariasi dari Rp 1.000 hingga Rp 10.000. Harga bakpao rasa keju hanya Rp 1.500, sedangkan roti telo rasa sosis dijual Rp 3.500. Roti mangkuk lebih mahal, yakni Rp 5.000, sedangkan hot dog telo Rp 5.000. Harga mi telo Rp 3.000, sementara telo oven Cilembu dijual Rp 10.000.  Kini Unggul mesti menyediakan telo sebanyak lima hingga enam ton untuk bahan pembuat aneka kue dalam waktu seminggu. Padahal pemasarannya masih terpusat di Terminal Agrobisnis saja. “Saya sedang merintis pasar di Jakarta dan Surabaya,” ujar pria yang meraih penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Bidang Pembangunan Pertanian pada 1996 itu.  Sukses bakpao telo mendorong Unggul mendirikan Sentra Pengembangan Agrobisnis Terpadu (SPAT) pada 1984. Lembaga ini memiliki kebun percontohan seluas 2,5 hektare di Desa Parelegi, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan.
Di lahan tersebut, ia mendidik dan melatih para petani menanam berbagai jenis sayur-mayur, tanaman hias, dan aneka tumbuhan lain serta berwirausaha. Petani, misalnya, bisa memasarkan hasil pertaniannya melalui Terminal Agrobisnis.  Terminal yang dibangun di atas lahan 800 meter persegi ini selain sebagai pasar, juga menjadi tempat promosi, pusat data, sekaligus tempat pengolahan produk pertanian untuk mendapatkan nilai tambah yang tinggi. Omzet perdagangan di Terminal Agrobisnis ini rata-rata mencapai Rp 300 juta-Rp 400 juta setiap bulan.  Di mata petani binaannya, Unggul adalah sosok petani modern, kaya, dan dermawan. Ia juga terjun ke lapangan memberikan contoh. “Ia tak segan-segan menunjukkan cara memupuk yang benar,” ujar Suwari, salah seorang petani binaan SPAT. Suwari mengaku banyak mencatat kemajuan setelah mengikuti saran Unggul untuk menanam ubi. Selain mendapat bantuan berupa bibit dan pupuk, saat panen ia tak perlu susah payah mencari pembeli. “Saya langsung setor ke Pak Unggul,” ujarnya. Yang lebih penting, Unggul adalah orang yang bisa dipercaya. “Saya tak pernah dibohongi, terutama soal harga jual,” kata ayah empat anak ini.
Untuk menunjang aksistesi dan kemajuan perusahaan’ SPAT mejalin kerjasama dengan beberapa pihak diantaranya:
  • MOU dengan lembaga ilmu dan pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2001.
  • MOU dengan kementrian reset dan teknologi tahun 2001.
  • MOU dengan Universitas Vetera surabaya tahun 2003.
Pada awal berdirinya perusahaan bakpao telo ini, jumlah karyawan hanya 12 orang, sekarang meningkat menjadi 94 orang dengan klasifikasi karyawan  pada tanggal 30 juni 2008 kemarin.
Klasifikasi karyawan
No
Klasifikasi
Jumlah orang
Tkt. pendidikan



s/d SMP
SLTA
D3
S1/D2
1.
Tenaga tetap
71
19
45
-
7
2.
Tidak tetap
23
11
12
-
-
3.
Jumlah total
94
30
57
-
7
Dengan melihat klasifikasi tingkat pendidikan keryawan di atas memang dikombinasi lulusan SLTA (60%) kemudian di bawah AMP (32%) dan sisanya adalah lulusan S-1 (8%). Penepatan karyawan lulusan S-1 lebih banyak dijajaran manajemen menengah sebagai manajer dan supervisor, sedangkan lulusan SLTA dan SMP kebawah dibagian teknis operasional perusahaan.
SPAT tidak lepas tangan dari aspek social untuk berkembang
Walaupun SPAT sebasai perusahaan profit oriented, tidaklah lepas tangan dalam melihat aspek social kemasyarakatan terutama dengan keberadaan para petani dan UKM yang belum terlaksanadengan maksimal. Dari aspek social inilah SPAT berkembang atau terbagi dalam devisi- devisi kerja. Ada enam devisi yakni:
  1. Pusat Pendidikan dan Pelatia Terpadu
Devisi ini bergerak dibidang pemberdayaan petani dan UKM termaksuk kalangan umum (ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa purna tugas dsb) kususnya di kegiatan-kegiata sosilisasi teknologi dan inovasi di dunia pertanian. Apdopsi teknologi dan elmu pengetahuan yang didapatkan SPAT dari berbagai hasil pertanian, diusahakan semaksimal mungkin untuk selalu dapat diterima dan digunakan dikalangan pelaku atau masyarakat.
Materi-materi yang disampaikan devisi pendidikan dan pelatihan sbagaimana dalam gambar berikut:


Materi








Sarana prodoksi











Produksi pertanian
Penaganan
Pengolahan
Distribusi
Pasar
Konsumen






GFS
SHP
GMP
GDP
GRP
GCP






Pra panen
Pasca panen








GFP = good farming practises


GHP = good handling practises


Gmp = good manufacturing practises


Gdp = good distribution practises


Grp = goodretailer practices


Gcp = good consumer pratises


  1. Pusat Data dan Informasi
Davisi ini menginventarisir berbagai data tentang potensi daerah (serta produksi), data kebutuhan akan produk pertanian yang berkembang dan yang akan dating, kualifikasi produk yang sesuwai dengan permintaan pasar, informasi pasar dan data serta informasi yang berkaitan dengan aktifitas skala local, regional dan internasional.
  1. Pusat Kajian dan Strategi Gerakan Pembangunan Desa.
Mengkaji dan mengkonsep strategi program-program pembangunan perdesaan yang berkaitan dengan pengembangan pertanian di pedesaan. Aktivitas yang dilakukan berupa kegiatan seminar, diskusi tingkat sektoral, audiensi, bedah buku dan kegiatan lainya. Devisi ini lebih banyak bergerak secara konseptual untuk mensosialisasikan kemampuan daerah untuk mengembangkan potensi masing-masing, sehingga mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan adanya nilai tambah produk-produk pertanian secara luas.
  1. Pusat Pengembanga Teknologi Tepat Guna
Salah satu kendala dari pelaku UKM adalah keterbatasan dalam adaptasi terhadap teknologi baru yang lebih maju, otomatis dan efesien. Kendala pemanfaatan yang tidak oktimal dan didukumg ketiadaan angaran yang memadai untuk melaksanakan envestasi, menyababkan usaha yang dikembangkan tidak berkembang dan tumbuh menjadi besar. Devisi pengembangan teknologi tepat guna berusaha menyinkronkan/membantu  kebutuhan pelaku usaha terdapat efisiensi dan pengembangan usaha dengan membuat mesin-mesin dan peralatan sederhana dengan harga mudah dijangkau.
  1. Pusat Kajian Pembiayaan dan Investasi
SPAT berperan sebagai mediator penyaluran kredit dari berbagai lembaga pendanaan seperti bank, Pemda Kabupaten Pasuruan dan Perorangan. SPAT mendapat wewenag penuh dari lembaga-lembanga penyediaan dana tersebut untuk menyalurkan kredit kepeda mesyarakat yang membutuhkan. Calon permohon kredit diharuskan mempunyai usaha sediri, lebih diutamakan dibidng pertanian. Permohonan kredit diminta membuat proposal pengajuan kredi, kemudian tim dari SPAT akan melakukam survey kelayakan kredit. Apabilah permohonan kredit dinilai layak, dana segerah diluncurkan dengan bunga yang cukup ringan dengan jangka waktu pengembalian sesuai dengan krtrntuan yang telah ditentukan oleh kruh SPAT.
  1. Teminal Agrobisnis
Terminal agrobisnisterbagi dalam dua kegiatan yakni kegiatan produksi makanan dan minuman serta kegiatan pemasaran produk-produk internal perusahan maupun produk-produk UKMyang menjadi mitra SPAT.

BAB.III
Analisis Masalah Dan Pembahasan
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan agribisnis adalah keberpihakan  kepada petani kecil sehingga petani memperoleh keuntungan dan bersedia memenuhi bahan baku yang diperlukan.
Sentra pengembangan agribisnis terpadu (SPAT) adalah pusat pemaduan potensi, aksi dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk berperan serta aktif dalam pembangunan masyarakat pertanian Indonesia. Sentra ini didirikan pada tahun 1984, yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk berperan serta membangun pertanian di Indonesia. Dengan konsep pertanian terpadu, keanekaragaman potensi sumber daya hayati pertanian Indonesia dapat dioptimalkan pengembangannya sebagai suatu keterkaitan dari hulu sampai hilir. Dari waktu ke waktu SPAT selalu berkembang dengan berbagai program baru. Mulai sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Terpadu, Pusat Data dan Terpadu, Pusat Data dan Informasi, Pusat Kajian dan Strategi Gerakan Pembangunan Desa, Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) sampai dengan pembentukan Pusat Kajian Pembiayaan dan Investasi, serta pembentukan Terminal Agribisnis.
Dalam menjalankan kegiatan agribisnisnya, SPAT memiliki 6 divisi utama, yaitu: terminal Di agribisnis, pendidikan dan pelatihan, data dan informasi, pusat kajian pembangunan desa, teknologi tepat guna, dan investasi dan pembiayaan. Dalam divisi data dan informasi, SPAT juga melaksanakan kegiatan pengembangan situs dan komunikasi dengan situs di Negara lain dalam akses informasi harga dan pemasaran produk untuk menjangkau pasar internasional. Hal ini telah berdampak pada telah diekspornya produk olahan hasil pertanian dari SPAT ke manca negara (Malaysia dan Jepang).
Strategi bisnis yang dilakukan oleh SPAT adalah: kompetisi (meningkatkan daya saing dengan pemahaman kebutuhan pasar, peluang bisnis, dan kompetitor); koneksi (membentuk hubungan jaringan pengembangan brand dan persepsi/image perusahaan); dan kolaborasi (menjalin kolaborasi dengan relasi yang seimbang untuk memenangkan kompetisi).
  • Visi Strategi  Pengembangan
Mewujudkan model pertanian terpadu yang efisien, tangguh, modern, berkelanjutan dan berdimensi kerakyatan.
  • Misi Strategi  Pengembangan
Pemberdayaan segenap potensi sumber daya alam dan manusia untuk membangun pertanian Indonesia.
  • Tujuan Strategi  Pengembangan
  1. Menghasilkan produk agribisnis yang mempunyai daya saing.
  2. Melatih dan mencetak petani yang handal dengan tujuan untuk mensejahterakan petani dan UKM.
  3. Rebuilding Image produk Lokal.
  4. Berperan serta dalam pengembangan ekonomi daerah.
  5. Mensinergikan tujuan tersebut dan membangun Sentra Agritourism.
Untuk mengaplikasikan Model Pertanian Terpadu dan menjaga keberlanjutannya maka kebutuhan akan peran-peran strategis (Pendidikan & Pelatihan, Data & Informasi, Kajian Strategi Gerakan Pembangunan Desa, Pengembangan Tekhnologi Tepat Guna, Kajian Investasi dan Pembiayaan, Terminal Agribisnis) dalam pembangunan pertanian menjadi suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan. Tujuan utama dari bidang ini adalah melatih SDM pertanian dengan transfer skill usaha tani secara utuh, dan menstimulus individu-individu untuk berwirausaha yang mampu menghadapi tantangan pertanian di masa mendatang.
  • Metode Pendidikan Dan Pelatihan
Metode Pelatihan interaktif yang di  tawarkan adalah 80% praktek dilapangan dan 20% materi, dengan kurikulum yang disusun bersama BLPP (Balai Latihan Pengembangan Pertanian), APP-Malang (Akademi Penyuluh Pertanian), Fakultas Pertanian & Lembaga Penelitian Pertanian Univ. Brawijaya, Balai Teknologi Pertanian Lawang, Balai Benih Ikan- Umbulan dan instansi lainnya yang terkait.
  • Produk Bakpao Telo
Bakpao ini memiliki perbedaan dengan bakpao-bakpao biasa, yaitu menggunakan bahan dasar telo (ubi jalar) dimana kandungan ubi jalar sangat bermanfaat seperti mengandung vit.A sebanyak 4 (empat) kali dari wortel, sehingga sangat bagus untuk mata. Selain itu juga mengandung betakaroten yang bagus untuk anti kanker.
  • Produk bakpao telo (bakmi)
Produk olahan berbasis ubi jalar, misalnya akpao, bakmi, dan bakpia serta tepung ubi angat rospektif. Saat ini produksi bakpao ubi alar telah mencapai sekitar 8 ribu bakpao/hari.
  • Produk Bakpao Telo Yang Baru
Bakpia Telo ini adalah produk terbaru dan inovatif dari SPAT. Pada tahun 2006 mendapatkan penghargaan dari negara Indonesia dengan nominasi “Produk Inovatif Terbaik Seluruh Indonesia”.
Kesimpulan
Sentra pengembangan agribisnis terpadu (SPAT) adalah pusat pemaduan potensi, aksi dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat pertanian Indonesia. strategi pengembanga yang digunakan oleh Perusahaan Bakpao Telo melalui (SPAT) adalah konsep pertanian terpadu dalam  mengembangkan usaha yang bergerak dari hulu hingga hilir. Walaupun SPAT sebagai perusahan profit oriented, tidaklah lepas dari aspek sosial, maka dari itu SPAT berkambang atau terbagi dalan devisi-devisi kerjanya.
Kegiatan-kegiatan perusahan di tetapkan sesui dengan devisi masing-masing untuk bisa memaksimalkan ataupun mengembangkan perusahaan bakpao telo dengan baik, efektif dan efisien kususnya di aspek budidaya, pengolahan dan pemasaran. Struktur yang digunakan oleh perusahab bakpao telo ini adalah secara formal jadi perusahaan tercakup seutuhnya dalam struktur organisasi inti.
Berbekal kemampuan menyerap potensi bahan baku serta kemampuan melihat pasar, pak unggul jugak Berangkat dari kecintaanya yang lantas membuahkan keprihatinan mendalam pada nasib para petani itulah Unggul mencoba mewujudkan tekadnya membantu pertanian serta kehidupan petani. Bahkan sejak kelas dua sekolah menengah ke atas Unggul sudah mencoba terjun menjadi petani yang sebenarnya. Ia menyewa sebidang lahan yang ia tanami beberapa jenis tanaman pangan dan perkebunan, modalnya hanya uang saku serta sedikit dana pinjaman.
Unggul  coba buktikan bahwa dari ketela yang harga jualnya sekitar Rp 200 per kg, bisa ditingkatkan menjadi Rp 750 hingga Rp 1.000 per kg, bahkan lebih dari Rp 2.000 setelah dijadikan bakpao telo. Dari empat hektar lahan tanaman ubi yang hasilnya diolah menjadi bakpao, saat ini berkembang menjadi 23 hektar dengan 12 petani plasma. Kebutuhan ubi yang dipakai untuk membuat bakpao saat ini saja mencapai tiga sampai empat ton setiap minggu untuk memproduksi 2.000/7.000 bakpao setiap minggunya. Unggul berharap, dengan melihat contoh bakpao saja orang lain juga mau mencari potensi produk pertanian mereka. Terminal agrobisnis ini bertujuan menampung semua produk pertanian yang kemudian diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan nilai jual serta nilai tambah produkyang di jual kepasar.
Daftar Pustaka
Artikel Sejarah Perusahan Bakpao Telo / Hasil Wawancara Kami Dengan Personalia Perusahan Bakpao Telo.
Http://Www. Google. SPAT. Indonesia. Or. Id / Wednesday, February 21, 2007.
Http://Www. Google. SPAT. Bakpau telo. Com / Wednesday, February 21, 2007.
Http://Www. Google. SPAT. Sejarah bakpao telo. Com / Wednesday, Mei 30, 2002.
Http://Www. Google. Spat. Bakpao Telo Pak Unggul.Com / Nugroho Dewanto, Bibin Bintariadi (Pasuruan).Majalah Berita Mingguan TEMPO. 23/xxx/II. 04 Agustus 2003.
Http://Www. Google. Spat. Analisia Bakpao Telo.Com / Niken Amanda Damayanti (97720029). Created: 2004-12-30 , With 3 File(S).
Http://Www. Google. Unifersitas Sumatra utara Com./ast Updated on Monday, 22 September 2008 11:54
Http.//Www. Google. Strategi pengembangan Com/4mi 2008/Surabaya, 24 – 26 Maret 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tags

Blog Archive